Biar terlalu lama impian
Akan tetap aQ genggam...
Setiap kali selepas sholat
Aku selalu memohon kepada Allah
Semoga segal impianku tercapai jua
Aku yakin Allah akan makbulkan...
Aku selalu bersyukur kepadaNya
Biarpun yang aku ingini belum tercapai
Karna saat aku merasa berduka lara
Allah selalu berikan aku anegrah lain
Yang tak pernah aku pinta...
Bagaimana aku tidak bersyukur?
Sebelum ini aku memandang penuh sayu
Bilamana diriku tidak diperdulikan..
Orang lain banyak teman, aku tidak..!
Berbagai kata-kata semangat & sanjungan yang diberikan kepadanya
tetapi.. aku hanya memandang sepi..
Aku berjauh hati... Tapi aku bersyukur..!
Karna tanpa aku sadari Allah yang membangkitkan semangatku
Aku tidak perlu untuk menerima sanjungan
pujian atau simpati dari siapapun..!
Ya Allah.....
Betapa besarnya anugrah yang Kau berikan padaku
Sudah banyak airmataku tumpah...
Tatkala aku hayati betapa besar kasih sayangMu
Disaat aku tidak ada keyakinan diri...
Lantaran aku melupakanMu & lupa bersyukur padaMu
Aku tidak Pernah menyadari
Betapa besarnya karuniaMu yang ada padaku
Aku berdosa Ya Allah..!!
Tapi.. Engkau Maha Pengasih lagi Maha Pengmpun
Semuanya ini karna anugrah dariMu ya Allah
Aku bermohon.. ya Allah berikanlah aku ilham!
Alhamdulillah di dalam hidup ini akan q teruskan usahaku
Yang telah lama aku pendamkan...
Biar kritikan atau apa saja
Akan aku teruskan demi mencapai impianku
Allah pasti akan menolongku..!!
Disaat aku lemah lunglai tak berdaya
Semangat & kekuatan kembali datang dengan bermunajat kepadaMu
Aku selalu berkata pada diriku...
Disaat orang lain tidak mempedulikanku
" Allah ada! dan pasti akan menolong hamba yang meminta kepadaNya!
Usahlah berkeluh kesah..! Bermohonlah kepadaNya!! "
Ya Allah.....
Tak henti q mengucap syukur padaMu
Aku bersujud dihadapanMu ya Rabb..
Menitis air mataku, bukan sekadar menitis
Tetapi.. berderai air mataku
Sungguh teramat besar anugrahMu padaku..
Ya Allah.....
Andai sudah tersurat begini perjalanan hidupku
Aku ridha dan pasrah menerima sgala kurniaanMu
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...
Apa-apa yang terbaik untuk hamba2Mu...!!
0 Comments
Pagi ini.....
Tangisku pecah lagi..!!
Dadaku Sesak!
Hatiku Sakiet dan perieh!
Kristal-kristal bening itu kembali berguguran
Banjiri jiwa alpaku yang kian rapuh..
Saat aQ tersadar...
HatiQ belum mampu tuk berubah
Jiwa ini masih berlumur noda pekat
& Raga ini masih diselimuti lumpur dosa
Ach.. aQ terpeleset lagi..!!
Rabby... aQ tersungkur & kembali terjatuh
aQ tergelincir & terperosok ke jurang itu lagi
aQ Lemah tanpa uluran kasihMu...
aQ Rapuh tanpa tongkat penyangga cintaMu...
Ya Allah... Ku mohon..!!
Tuntun aQ tuk rengkuh cintaMu
Bimbing aQ tuk temui kekasih pilihan hatiMu
& Bawa aQ tuk gapai Firdaus dalam ridhaMu
Terbang bersama sayap cinta yang Kau ridhai pula!!
( Rabby.. Kuatkan hamba tuk dapat Lupakannya..!! )
Tangisku pecah lagi..!!
Dadaku Sesak!
Hatiku Sakiet dan perieh!
Kristal-kristal bening itu kembali berguguran
Banjiri jiwa alpaku yang kian rapuh..
Saat aQ tersadar...
HatiQ belum mampu tuk berubah
Jiwa ini masih berlumur noda pekat
& Raga ini masih diselimuti lumpur dosa
Ach.. aQ terpeleset lagi..!!
Rabby... aQ tersungkur & kembali terjatuh
aQ tergelincir & terperosok ke jurang itu lagi
aQ Lemah tanpa uluran kasihMu...
aQ Rapuh tanpa tongkat penyangga cintaMu...
Ya Allah... Ku mohon..!!
Tuntun aQ tuk rengkuh cintaMu
Bimbing aQ tuk temui kekasih pilihan hatiMu
& Bawa aQ tuk gapai Firdaus dalam ridhaMu
Terbang bersama sayap cinta yang Kau ridhai pula!!
( Rabby.. Kuatkan hamba tuk dapat Lupakannya..!! )
Cinta...
Adalah sendi kehidupan hati dan makanan pokok jiwa.
Hati tidak merasakan kelezatan, kenikmatan, kebahagiaan & kehidupan
Tanpa unsur cinta di dalamnya...
Apabila hati telah kehilangan cinta
Maka deritanya lebih sakit dirasakan
Daripada derita yang dialami oleh mata
Disaat kehilangan cahayanya...
Atau hidung dikala hilang indera penciumannya...
Dan lisan ketika hilang suaranya...
( IBNU QOYYIM )
Segala aktivitas manusia digerakkan oleh cinta..
Karnanya, cinta bisa membawa pelakunya ke dalam jurang binasa..
Tapi.. Cinta pun mampu memandu pemiliknya menyonsong bahagia..
Tegantung siapa yang dicinta,
Bagaimana ia merefleksikan cinta..
Dan motif yang membuatnya jatuh cinta....
Cinta yang terpuji adalah cinta yang bisa mendatangkan kepada pemilik cinta itu hal-hal yang memberinya manfaat di dunia maupun akhirat.. maka cinta yang seperti ini merupakan muara sebuah kebahagiaan...
Adapun cinta yang tercela adalah cinta yang bisa mendatangkan kepada pemiliknya hal-hal yang membawanya kepada kerugian dunia dan akhirat.. dan cinta semacam ini adalah sumber penderitaan dan duka lara....
Adalah sendi kehidupan hati dan makanan pokok jiwa.
Hati tidak merasakan kelezatan, kenikmatan, kebahagiaan & kehidupan
Tanpa unsur cinta di dalamnya...
Apabila hati telah kehilangan cinta
Maka deritanya lebih sakit dirasakan
Daripada derita yang dialami oleh mata
Disaat kehilangan cahayanya...
Atau hidung dikala hilang indera penciumannya...
Dan lisan ketika hilang suaranya...
( IBNU QOYYIM )
Segala aktivitas manusia digerakkan oleh cinta..
Karnanya, cinta bisa membawa pelakunya ke dalam jurang binasa..
Tapi.. Cinta pun mampu memandu pemiliknya menyonsong bahagia..
Tegantung siapa yang dicinta,
Bagaimana ia merefleksikan cinta..
Dan motif yang membuatnya jatuh cinta....
Cinta yang terpuji adalah cinta yang bisa mendatangkan kepada pemilik cinta itu hal-hal yang memberinya manfaat di dunia maupun akhirat.. maka cinta yang seperti ini merupakan muara sebuah kebahagiaan...
Adapun cinta yang tercela adalah cinta yang bisa mendatangkan kepada pemiliknya hal-hal yang membawanya kepada kerugian dunia dan akhirat.. dan cinta semacam ini adalah sumber penderitaan dan duka lara....
Ya Allah.....
Seandainya rindu ini suci.. titipkanlah!
Seandainya ukhuwah ini kudus.. panjangkanlah!
Seandainya luka ini berhikmah.. biarkanlah!
Seandainya ingatan ini berfaedah.. teruskanlah!
Aku dambakan keredhoan-Mu.....
Tunjukkan aQ.. SuluhiQ dengan Nur hidayah-Mu..
Yang mengobati resah dan lukaku..
Aku tidak tau apa yang baik untukku..
Moga aQ dapat kembali mendekapi cinta-Mu
Berbunga menharum mewangi abadi di hatiku..
Engkaulah sebaik tempat mengadu..
Engkaulah yang Maha Mengetahui bisik hati..
Limpahkan ketenangan dalam hatiku..
Ya Rabb.....
Seandainya rindu ini suci.. titipkanlah!
Seandainya ukhuwah ini kudus.. panjangkanlah!
Seandainya luka ini berhikmah.. biarkanlah!
Seandainya ingatan ini berfaedah.. teruskanlah!
Aku dambakan keredhoan-Mu.....
Tunjukkan aQ.. SuluhiQ dengan Nur hidayah-Mu..
Yang mengobati resah dan lukaku..
Aku tidak tau apa yang baik untukku..
Moga aQ dapat kembali mendekapi cinta-Mu
Berbunga menharum mewangi abadi di hatiku..
Engkaulah sebaik tempat mengadu..
Engkaulah yang Maha Mengetahui bisik hati..
Limpahkan ketenangan dalam hatiku..
Ya Rabb.....
Aku meminta kepada Allah
Setangkai bunga segar...
Allah beri aku kaktus berduri
Aku meminta kepada Allah
Binatang mungil yang cantik...
Allah beri aku ulat bulu
Aku sedih, protes & kecewa!!
Betapa tidak adilnya Allah..
Namun kemudian.....
Kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah!
Dan ulat itupun tumbuh dan menjadi kupu-kupu yang amat cantik!
Itulah jalan Allah...
Indah pada Waktunya..!!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan
tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan!!
Setangkai bunga segar...
Allah beri aku kaktus berduri
Aku meminta kepada Allah
Binatang mungil yang cantik...
Allah beri aku ulat bulu
Aku sedih, protes & kecewa!!
Betapa tidak adilnya Allah..
Namun kemudian.....
Kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah!
Dan ulat itupun tumbuh dan menjadi kupu-kupu yang amat cantik!
Itulah jalan Allah...
Indah pada Waktunya..!!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan
tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan!!
Ketika Q merasa...
Tak mampu Lagi berikan perhatian padamu,
Q yakin Allah mampu...!
Ketika Q merasa...
Tak mampu lagi membantumu bertahan,
Q yakin Allah mampu...!
Ketika Q merasa...
Tak mampu menjadi tempatmu berkeluh kesah,
Q yakin Allah mampu...!
Ya Rabb......
Satu pintaku...
Ketika Q sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudaraq,
Jangan pernah biarkan ia Lepas dari genggamanMu...!!!
Tak mampu Lagi berikan perhatian padamu,
Q yakin Allah mampu...!
Ketika Q merasa...
Tak mampu lagi membantumu bertahan,
Q yakin Allah mampu...!
Ketika Q merasa...
Tak mampu menjadi tempatmu berkeluh kesah,
Q yakin Allah mampu...!
Ya Rabb......
Satu pintaku...
Ketika Q sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudaraq,
Jangan pernah biarkan ia Lepas dari genggamanMu...!!!
Ia menjadi indah
Oleh pengorbanan menjemputnya
Di palung samudra
Juga oleh waktu yang membentuknya
Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan
Pada sesama
Sungguh engkau indah
Karena engkau adalah
Mutiara …
(A&N, 0ktober 04)
Mutiara, awalnya ia bukan apa-apa, hanya butiran pasir dan debu kotor yang tidak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya. Detik demi detik, di kedalaman samudra, dalam kegelapan cangkang makhluq-Nya, dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun demikian, keidak dapat segera dinikmati dalam sekejap karn aia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh, dibersihkan, disepuh, dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh, hal itu adalah sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.
***
Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bias jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri sebagai manusia tidak berguna, makhluq sia-sia. Engkau merasa begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan, dan begitu banyak keburukan. Apalagi ketika orang lain tampak begitu sempurna dan memiliki banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam.
Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan, sedang aku tidak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk, sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil, sedang aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya, sedang aku miskin? … serta beribu “mengapa” lainnya yang akan membuat kita kecewa, terluka, dan terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.
Padahal, aku percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhluq-Nya hanya dengan kekurangan atau kelebihan; hanya dengan madharat, tanpa manfaat, atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi imbang. Dia Yang Maha Kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insane memiliki keistimewaan. Hanya saja, proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tidak muncul ke permukaan. Bahkan, mungkin keistimewaan itu, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.
Padahal, ibarat mutiara, kita tidak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya.
Proses ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahannya masing-masing, seperti apaun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga.
Proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya. Rintangan, hambatan, dan pengalaman sesungguhnya merupakan bagian dari pembelajaran dan proses penyepuhan.
Proses menemukan “kemutiaraan” kita ini dapat diupayakan oleh kita sendiri atau orang lain, bahkan mungkin oleh gabungan keduanya. Hal itu tidak akan menjadi masalah karna pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal mungkin, buka mata, buka telinga, buka hati, dan buka pikiran untuk menerima masukan-masukan kebaikan. Hanya satu awal yang perlu kita lakukan : I’TiQad & KeyAkinaN untuk menjadi MUT!ARA…!!
Sungguh, aku ingin menjadi Mutiara melalui berbagi apa yang bisa kubagi dan berbakti kapada sesama.
Engkau? Menjadi Mutiara seperti apa yang engkau inginkan???
( Catatan ini q kutip dr buku : "Karena Aku Begitu Cantik" Azimah Rahayu )
Oleh pengorbanan menjemputnya
Di palung samudra
Juga oleh waktu yang membentuknya
Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan
Pada sesama
Sungguh engkau indah
Karena engkau adalah
Mutiara …
(A&N, 0ktober 04)
Mutiara, awalnya ia bukan apa-apa, hanya butiran pasir dan debu kotor yang tidak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya. Detik demi detik, di kedalaman samudra, dalam kegelapan cangkang makhluq-Nya, dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun demikian, keidak dapat segera dinikmati dalam sekejap karn aia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh, dibersihkan, disepuh, dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh, hal itu adalah sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.
***
Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bias jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri sebagai manusia tidak berguna, makhluq sia-sia. Engkau merasa begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan, dan begitu banyak keburukan. Apalagi ketika orang lain tampak begitu sempurna dan memiliki banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam.
Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan, sedang aku tidak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk, sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil, sedang aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya, sedang aku miskin? … serta beribu “mengapa” lainnya yang akan membuat kita kecewa, terluka, dan terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.
Padahal, aku percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhluq-Nya hanya dengan kekurangan atau kelebihan; hanya dengan madharat, tanpa manfaat, atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi imbang. Dia Yang Maha Kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insane memiliki keistimewaan. Hanya saja, proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tidak muncul ke permukaan. Bahkan, mungkin keistimewaan itu, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.
Padahal, ibarat mutiara, kita tidak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya.
Proses ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahannya masing-masing, seperti apaun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga.
Proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya. Rintangan, hambatan, dan pengalaman sesungguhnya merupakan bagian dari pembelajaran dan proses penyepuhan.
Proses menemukan “kemutiaraan” kita ini dapat diupayakan oleh kita sendiri atau orang lain, bahkan mungkin oleh gabungan keduanya. Hal itu tidak akan menjadi masalah karna pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal mungkin, buka mata, buka telinga, buka hati, dan buka pikiran untuk menerima masukan-masukan kebaikan. Hanya satu awal yang perlu kita lakukan : I’TiQad & KeyAkinaN untuk menjadi MUT!ARA…!!
Sungguh, aku ingin menjadi Mutiara melalui berbagi apa yang bisa kubagi dan berbakti kapada sesama.
Engkau? Menjadi Mutiara seperti apa yang engkau inginkan???
( Catatan ini q kutip dr buku : "Karena Aku Begitu Cantik" Azimah Rahayu )
BismiLLah.......
Q awaLi sgenap hatur langkahq...
membina Lembaran baru...
di dunia serba maju...
mencoba...
Sublimkan asa
menuju pelangi cinta
di dunia maya...
penguji hari-hari yang terlewati
Q awaLi sgenap hatur langkahq...
membina Lembaran baru...
di dunia serba maju...
mencoba...
Sublimkan asa
menuju pelangi cinta
di dunia maya...
penguji hari-hari yang terlewati

